Umroh dan Haji Balasanya Adalah...
Umroh dan Haji. Orang yang telah menunaikan ibadah haji dan umroh
memang sudah melewati serangkaian ujian-ujian. Mulai dari ujian fisik,
seperti harus menempuh perjalanan dan menjalankan manasik sampai ujian
hati seperti lurusnya niat, kemampuan mengendalikan diri dan menjauhkan
diri dari penyakit hati.
Orang yang sudah berhaji pun harus menjaga diri agar masyarakat tidak
mempunyai persepsi yang buruk atas gelar hajinya. Demikian beratnya
memperoleh dan menyandang gelar haji rasanya sepadan dengan pahala yang
dijanjikannya.
Umroh dan Haji Balasannya Surga
Rasulullah saw dalam hadits tentang umroh dan haji menyatakan,
“Haji yang mabrur tiada balasannnya yang tepat kecuali surga” (HR Bukhari dan Muslim).
Mereka yang bersusah payah pun dalam mengumpulkan hartanya
akan diganti Allah. Umumnya orang setelah berhaji kehidupannya menjadi
lebih baik. Allah SWT akan mengganti dana yang dipakai haji dan umroh
yang selama ini dikumpulkan dengan balasan yang berlipat ganda.
Umroh dan Haji Balasannya Bebas dari Kemiskinan
Rasulullah saw dalam hadits tentang biaya umroh dan haji menyatakan,
“Tidaklah orang yang berhaji itu akan miskin” (HR ath-Thabrani dan al-Bazzar dari Jabir bin Abdullah)
“Balasan atas biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan
ibadah haji sebanding dengan balasan atas biaya yang dikeluarkan untuk
perang di jalan Allah. Satu dirham senilai dengan tujuh artus dirham” (HR ath-Thabrani dan Anas bin Malik).
“Sesungguhnya engkau akan mendapat pahala sepadan dengan kepayahan dan besarnya biaya yang engkau keluarkan” (HR al-Hakim).
Tingginya biaya beranghkat haji dan umroh, beratnya medan, repotnya
perjalanan dan manasik serta hambatan lainnya tidak membuat niat
seseorang surut untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh, termasuk
mereka yang sudah pernah berangkat kesana.Rata-rata jamaah haji dan umroh jika ditanya: "Setelah pulang umroh dan haji ini apakah ingin kembali ke Tanah Suci lagi?"Jawabnya, “Insya Allah. Masih berniat ke kembali ke Tanah Suci. Setidaknya untuk umroh lagi!” Padahal, bisa jadi, ia sering mabok ketika naik kendaraan. Dengan
bersusah payah ia pergi dan menunaikan ibadah haji dan umroh. Hanya
rahmat Allah SWT lah yang dirindukannya.
Seperti disampaikan Rasulullah
saw dalam hadits Qudsi dimana Allah SWT mengatakan kepada para
malaikat-Nya tentang mereka yang pergi haji di hari Arafah:
“Lihatlah hamba-hamba-Ku! Mereka datang kepada-Ku dengan rambut
kusut dan berdebu, karena berharap rahmat-Ku. Maka Aku bersaksi kepadamu
bahwa Aku telah mengampuni mereka”. (HR Ahmad dan ath-Thabrani)
Umroh dan Haji Harus Segera Dilaksanakan Bila Sudah Mampu
Tanah Suci memang memberikan pengalaman spiritual tersendiri bagi tiap
orang. Semua pengalaman di Tanah Suci adalah indah dan tidak terlupakan.
Meskipun capek dan melelahkan tapi kegembiraan dan kebahagiaan selama
disana direngkuhnya. Kalaulah ada kesempatan tiap tahun berangkat pasti
seseorang akan melakukannya. Memang, haji merupakan suatu kewajiban yang ditekankan didalam agama.
Haji merupakan salah satu pilar dalam Islam.
Rasulullah saw melalui
sabdanya yang terkenal mengatakan,
“Islam itu didirikan atas lima sendi, yaitu persaksian bahwa tidak
ada Tuhan kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah,
mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji (ke Baitullah) dan puasa pada
bulan Ramadhan”. (HR Bukhari dan Muslim)
Karena merupakan sendi agama, bagi seseorang yang sudah mampu berhaji, ia harus segera melakukannya. Allah SWT berfirman,
“…..Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu
(bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.
Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji) maka sesungguhnya Allah
Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. (QS: Ali Imran : 97)
Dalam hadits dikatakan bahwa haji harus segera dilakukan jika sudah
mampu, sebelum datangnya kesulitan. Rasulullah saw bersabda,
“Bersegeralah berhaji-yakni haji yang wajib-sebab sesungguhnya seseorang tidak mengetahui apa yang akan menimpa kepadanya”. (HR Ahmad)
“Barangsiapa ingin berhaji, maka hendaklah dia melakukannya dengan
segera. Sebab, boleh jadi dia nanti sakit, kendaraannya hilang dan ada
keperluan baru”. (HR Ahmad dan Ibnu Majah)
Umroh dan Haji, Ancaman Bagi yang Menunda
Dan bagi mereka yang sudah mampu menunaikan ibadah haji dan umroh namun
tidak segera atau enggan melakukannya maka Rasulullah saw memberikan
ancaman,
“Barangsiapa yang telah memiliki bekal dan kendaraan lalu dia tidak
berhaji maka bila mati, ia mati sebagai orang Yahudi atau orang
Nasrani”. (HR at-Tirmidzi)
Bagi mereka yang menunaikan ibadah haji dan umroh secara benar dan
ikhlas, Allah SWT pun memberikan ganjaran yang luar biasa. Seperti
halnya puasa Ramadhan, mereka yang menyandang haji mabrur akan diampuni
dan dihapuskan dosanya yang telah lalu serta diberi “hadiah” surga oleh
Allah di akhirat kelak.
Rasululloh saw menyampaikan:
“Tidak ada suatu haripun, dimana manusia lebih banyak dibebaskan
dari neraka daripada hari Arafah. Dan bahwa Allah mendekat kepada mereka
lalu membangga-banggakan mereka kepada malaikat-malaikatnya”. (HR Muslim)
“Barangsiapa haji kemudian dia tidak rafats (berkata-kata
kotor/jorok) dan tidak berbuat fasik (melakukan kemaksiatan) maka dia
kembali seperti hari ketika ia dilahirkan kembali oleh ibunya”. (HR Ahmad, Bukhari, Nasa’i dan Ibnu Majah)
oleh Rijal Islamy dari perjalananumroh.com
